Labels

Tampilkan postingan dengan label Alun alun Ujungberung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alun alun Ujungberung. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Tentang Rasa

Langkah manusia menjadi nyata, saat bertindak bukan berkata, belajar makna dari senyuman mereka Sehabis #GPS , biasanya ada rasa kepuasan tersendiri. cobain gps deh, menyenangkan kok.
Yuk mulai jadi agen perubahan . 
Berhenti mengeluh dan menuntut, mari turun tangan. 。^‿^。

WP

Minggu, 07 Februari 2016

KolaborAksi itu menyenangkan!

Paling seneng rasanya kalau pas gps ada warga yg ikut bantu. Artinya masih punya rasa peka.

Mungkin ada yg skeptis apa yg kami lakukan, "Harusnya sampahnya dipilah" "udah gps sampahnya disimpen gitu aja? Sampah plastiknya kasihkan ke bank sampah"
Ya, memang ingin rasanya seperti itu. Tapi apa daya, personel kami sedikit dan waktu yg kami miliki sedikit. Rata rata pekerja, ketemu seminggu sekali secara rutin pun sudah syukur alhamdulillah.
Kami belum bisa memilah hasil yg kami kumpulkan, tapi semoga ke depannya bisa memberikan sampah plastik ke Recyclebank.id.
Kami melakukan semampu kami dulu, memungut sampah/bebersih di ruang publik. Secara ga langsung memberikan contoh kepada pengunjung tentang peduli lingkungan. Daripada mengeluh banyak sampah atau menuntut ini itu, kenapa tidak turun tangan langsung?

Hindari mengeluh. Berikan solusi. Kalau bisa ada aksi nyata juga. Insya Allah hidup bahagia.

Follow us on twitter&IG: @galurbandung

Kamis, 19 November 2015

#GerakanPungutSampah Komunitas Galur Bandung

Bukan hal aneh ketika kami menemukan beberapa bungkus obat warung dan beberapa botol minuman keras.
Pagi itu sinar matahari sudah menyapa hari namun membuat orang malas beranjak dari tempat tidur karena pagi itu hari Minggu. Akan tetapi, hari Minggu menjadi hari yang paling ditunggu oleh saya dan teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Galur Bandung. Setiap hari Minggu pagi kami melakukan kegiatan di Alun-alun Ujungberung yaitu #Gera
kanPungutSampah, salah satu program pemerintah kota yang sedang booming di Bandung. Kami masih menunggu satu personil lagi yang biasanya membawa serta pasukan ciliknya. Walaupun saat itu banyak orang tapi tidaklah sulit melihat keberadaan kami karena kaos hijau terang yang dipakai oleh kami sebagai atribut komunitas. Tidak lama seorang pria yang sudah kami tunggu datang dari arah gerbang masuk sambil diikuti oleh dua orang anaknya.
“Maaf nunggu lama. Biasa anak-anak mah suka susah bangunnya” sapa seorang pria tadi yang biasa dipanggil Kang Ade.
Saya mulai mengeluarkan isi dari dalam tas yang berisi beberapa sarung tangan dan beberapa kantong plastik ukuran besar bekas belanjaan dari supermarket sebagai perlengkapan kali ini. Biasanya kami memakai kantong sampah hitam ukuran sedang, tetapi karena persediaan habis jadi saya mengambil beberapa keresek dari rumah. Karena rumah saya dekat dengan Alun-alun Ujungberung jadi semua perlengkapan #GPS harus dibawa oleh saya.
Ketika semua sudah siap memakai sarung tangan dan memegang kantong plastik besar tanpa basa-basi lagi saya dan teman mulai memunguti sampah yang berserakan di daerah lantai berkeramik warna-warni. Sedangkan Kang Ade dan pasukan ciliknya mulai memungut sampah di bagian lantai keramik warna-warni dekat gerbang masuk utama. Teman saya yang lain, Diki berjalan ke bagian Ampiteater.
Saat ini kami masih melakukan kegiatan #GerakanPungutSampah di Alun-Alun Ujungberung yang terletak di Bandung bagian timur. Salah satu alasan kami melakukan #GerakanPungutSampah di Alun-Alun Ujungberung karena mayoritas dari kami berdomisili di Bandung bagian timur. Selain itu juga kami ingin seluruh masyarakat Bandung timur untuk menjaga kebersihan ruang publik utama mereka, yaitu Alun-Alun Ujungberung.
Saat #GerakanPungutSampah kami membagi Alun-alun Ujungberung menjadi lima bagian. Bagian pertama yaitu lantai warna-warni dekat gerbang masuk sebelah barat, tepatnya tempat kami berkumpul tadi. Bagian kedua yaitu undakan tangga sekaligus tempat duduk yang bersebrangan dengan Kantor Kecamatan Ujungberung. Bagian ketiga yaitu Ampiteater. Bagian keempat yaitu arena bermain anak dan taman batu refleksi. Bagian terakhir yaitu lantai keramik warna-warni dekat gerbang utama. 
Saat itu jumlah kami delapan orang. Lima orang dewasa dan tiga orang anak kecil. Luas Alun-alun Ujungberung lebih kecil dari Alun-alun Bandung tetapi sampah-sampah yang berserakan disini banyak sekali. Walaupun jumlah personil sedikit tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk terus memunguti sampah yang mengganggu keindahan dan kenyamanan  Alun-Alun Ujungberung.
Bagian lantai warna-warni sudah bersih, selanjutnya saya dan teman ke bagian undakan tangga. Tidak sedikit sampah yang kami punguti disini karena bagian ini paling teduh dan paling sering dijadikan tempat berkumpul. Walaupun sudah disediakan tempat sampah entah kenapa masih saja banyak sampah dimana-mana. Apakah tempat sampahnya harus dibuat lebih besar agar terlihat?
Sinar matahari semakin tinggi dan Alun-Alun Ujungberung semakin ramai didatangi pengunjung. Ada yang senam, olahraga, bermain egrang, atau sekedar mengobrol. Akan tetapi belum ada yang tergerak ikut memungut sampah dengan kami padahal sampah yang berserakan masih banyak.
Sampailah saya di bagian Ampiteater. Saya bertemu dengan Diki yang masih memunguti  sampah di sela-sela tanaman. Bagian Ampiteater adalah bagian yang paling banyak sampah. Sampah bungkus makanan, minuman, bungkus rokok dan, puntung rokok dan kulit kacang yang berceceran dimana-mana. Untuk di bagian ini kami bukan lagi memunguti sampah satu persatu tapi harus membersihkannya. Mungkin suatu hari nanti barang perlengkapan kami harus ditambah dengan beberapa buah sapu. Selain itu bukan hal yang mengejutkan untuk kami ketika menemukan beberapa bungkus obat warung dan obat batuk sachet dengan jumlah yang banyak. Beberapa minggu yang lalu pun kami pernah menemukan beberapa botol bekas minuman keras di Ampiteater. Padahal saat itu banyak warga yang melakukan kegiatan di Ampiteater bersama keluarganya. Apakah pantas jika beberapa botol bekas minuman keras tergeletak begitu saja di ruang publik yang banyak dikunjungi warga dari berbagai kalangan? Padahal lokasi Alun-Alun Ujungberung tepat bersebrangan dengan Kantor Kecamatan Ujungberung.
Matahari semakin tinggi tepatnya pukul 08.00 tapi sinarnya begitu menyengat. Selesai di bagian Ampiteater kami melanjutkan ke bagian arena bermain anak dan taman batu refleksi. Di bagian ini pun tidak berbeda dengan bagian lainnya, banyak sampah yang disimpan di sela-sela tanaman. Padahal jelas-jelas terlihat ada sepasang tempat sampah di dekat sini.
#GerakanPungutSampah kali ini kami mendapatkan beberapa kantong keresek besar dengan isi yang penuh dengan sampah plastik bekas bungkus makanan, gelas plastik bekas dan jumlah puntung rokok yang tak bisa kami hitung karena saking banyaknya. Saat ini kami belum bisa memilah-milah sampah plastik karena masih terbatasnya jumlah personil. Jadi kami hanya menumpuk kantong-kantong tersebut di dekat tempat sampah yang nantinya akan diambl oleh pihak Kebersihan.
Saya masih belum mengerti kenapa beberapa orang belum memiliki kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya. Saya kagum ketika Kang Ade membawa serta dua anaknya untuk ikut kegiatan ini walaupun #GPS nya hanya sebentar. Setidaknya mulai mengenalkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, Komunitas Galur Bandung akan selalu mengajak masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan kenyamanan Alun-alun Ujungberung. Kami tidak dapat memberi apa-apa untuk Bandung lalu kenapa tidak turut serta dalam menjaganya?

-WPCR



Sabtu, 31 Oktober 2015

Ada Prabu Cilik Lho!

‪#‎GerakanPungutSampah‬ kali ini menyenangkan. Momen langka, ketika hampir semua personil Galur Bandung bisa turun ke lapangan.walaupun ada beberapa yg tidak hadir .eh ada juga prabu cilik lho!
Terima kasih. Alhamdulillah.

Kalau mau ada yang mau ikut serta ‪#‎GerakanPungutSampah di Bandung timur, kami ada d setiap Minggu pagi di alun alun Ujungberung. Yuks gabung!





Yuk Ikutan...

Masih setiap Minggu pagi di Alun alun Ujungberung. Masih mungutin sampah. Masih juga banyak sampah yg berserakan ga jauh dari tempat sampah. Berharap dengan terus terusan ‪#‎GerakanPungutSampah‬ ini masyarakat sadar akan membuang sampah di tempat sampah. Minimal itu aja dulu kalau belum bisa membedakan harus mmbuangnya ke tempat smpah yg mana? Organik atau non organik?

Masih juga dengan tim yg jumlah orangnya sedikit. Alhamdulillah nya, teman saya ikut turun. Mungkin ada yg skeptis dengan apa yg kami lakukan, cuma eksis aja, cuma ikut ikutan aja, pencitraan atau lainnya. Tapi biarin aja, seperti pepatah bilang: kita yg ngerjain, org lain yg komentarin.

Esensi dari #GerakanPungutSampah ini sebenernya mengajak masyarakat buat jaga lingkungan. Mengajak sadar dan buka mata buat buang sampah di tempat sampah. Tapi yaaa namanya juga orang, ada yg tergerak buat ikutan mungutin, ada yg pura2 ga liat diam tak bergeming atau ada juga yg curcol 'iya yah, masyarakat masih belum sadar buang sampah'.

Medan Alun2 Ujungberung ituh... sangat menanang sekali. dan teman saya bilang: hati2 kalo udah #GPS, bisa nagih lho...hii memang benar sih..

Yuuk ah gabung dengan kami, setiap Minggu pagi d alun2 Ujungberung. Yang domisili Bandung Timur boleh merapat. Ikut #‎GerakanPungutSampah, Gapapa kok gps nya sebentar,tp foto selfie dg sampahnya yg banyak.Yang penting ada aksi dan ada bukti kita turun.

oke!


Follow us on Twitter: @galurbandung

Three of them...



Three of them...

‪#‎nofilter‬ ‪#‎silhouette‬ ‪#‎people‬ ‪#‎gerakanpungutsampah‬ ‪#‎alunalunUjungberung‬‪ #‎kamerahpgw‬












 
 
Blogger Templates