Labels

Tampilkan postingan dengan label #GPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #GPS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Kenapa kita ikut komunitas?

Kenapa kita ikut komunitas?
  1. Untuk menambah teman, sahabat, dan saudara dalam komunitas.
  2. Untuk berbagi informasi sesama member
  3. Untuk saling berbagi pengalaman
  4. Menghilangkan kepenatan sehari-hari, dan menyalurkan hobby.
Apa yg harus dihindari dalam komunitas?
  1. Selfish = kadang kita merasa diri kita lebih hebat dari yang lain, lbh dibutuhkan,kita semua sama dalam komunitas.Itulah mengapa kita masuk komunitas untuk menjadi diri sendiri, tidak perlu kaku dan mau menang sendiri..
  2. EGO = mengurangi ego kita, pada dasarnya setiap manusia mempunyai ego, tapi dalam komunitas kita yang harus mengimbangi ritme dan alur agar dapat berbaur dengan teman-teman di komunitas.
    Pada dasarnya dalam komunitas bermacam-macam karakter dan sifat,
    Untuk apa kita mempunyai ego yang besar merasa paling benar tapi ikut komunitas..
  3. Waktu yg terbatas = setiap member punya kesibukan, dengan ikut komunitas kita sudah siap berkomitmen meluangkan waktu untuk berkumpul dengan komunitas kita..
Maka luangkanlah waktu untuk komunitas.. buat apa ikut komunitas kalau sudah sibuk dan tidak bisa membagi waktu..
# Ikut komunitas itu bukan suatu paksaan yg menyita waktu dan pikiran kita.. Tapi untuk rasa nyaman, dan melakukan hal bahagia bersama..
# Bersikap LOYAL-lah terhadap komunitas, apa yg sudah kita beri untuk komunitas bukan hanya menuntut apa yg komunitas beri kepada kita..
Dari komunitas kita mengenal dari yg sebelumnya tidak kenal, mengetahui apa yg sebelumnya tidak kita ketahui, mendapatkan pengalaman dan melihat hal baru seperti saat touring bersama, jalan bersama..
# Dalam komunitas juga tidak ada siapa di atas dan siapa di bawah. Semua itu sama di mata Tuhan. Kecuali jenis kelamin..
# Tidak ada perbedaan ras, status sosial, warna kulit, agama, suku budaya, dsb. (Saling menghagai lebih indah)
** Ada keluarga di kehidupan sehari-hari dan ada juga keluarga dalam komunitas, terus bangun kenangan baik, karna kita tidak pernah tau akan membutuhkan satu sama lain di kemudian hari nanti..
** Keluarga akan saling menjaga dan melindungi..


Penulis : Vi Muthia (Sasadu)

Tentang Rasa

Langkah manusia menjadi nyata, saat bertindak bukan berkata, belajar makna dari senyuman mereka Sehabis #GPS , biasanya ada rasa kepuasan tersendiri. cobain gps deh, menyenangkan kok.
Yuk mulai jadi agen perubahan . 
Berhenti mengeluh dan menuntut, mari turun tangan. 。^‿^。

WP

Kamis, 25 Februari 2016

Styro oh Styro...


Sejujurnya, paling ga bisa terlepas banget dari sampah styrofoam. kantong kresek masih bisalah DIKURANGI, tapi kalau ini susah banget. Sering banget kalau jajan atau dapet nasi box, temptnya pake syrofoam. kalau udh gitu, perasaan bersalah mulai muncul. frown emotikon
Barusan pun saya beli awug tempatnya pake styrofoam,mau bilang "punten bu, bisa ga pake syrofoam?" Masa iya sih? Trus dibungkusnya pake apa? Dimakan langsung?? 😄😄
Sama halnya kalau beli seblak, rata2 pake bungkus ini. Masa iya mau dibeli sama wajan wajannya?😁
buat saya, urusan styrofoam msh blm.nemu solusi, ya mau ga mau masih pake syrofoam deh 😰
Ada yg punya solusi?



Senin, 22 Februari 2016

#KerjaBaktiKeren #HPSN di Alun alun Ujungberung

Walaupun kendala sumber daya manusia yg kurang, terkendala waktu juga (karena mayoritas personel Galur Bandung org kerja), walaupun kendala ini itu alhamdulillah GB bisa jadi bagian acara #KerjaBaktiKeren ini.
Di hari ini di Bandung banyaak banget acara bersih2 dan yg berhubungan dengan diet kantong plastik. Di semua kawasan. Dari mulai Bandung Timur, Tengah, Barat, Utara dan Selatan.
Kami kolaborasi dengan pihak Kecamatan Ujungberung, Bandung Cleanaction, pemadam kebakaran wilayah Bandung timur dan warga sekitar. Undangan dn sosialisasi acara kami kuatkan di sosial media. Bisa dibilang sosial media adalah wadah kami untk eksis.
Terima kasih kepada seluruh warga Bandung yang ikut turun.bersih2 di AlunAlun Ujungberung. Semoga HPSN bukan sekedar peringatan, tapi bisa dilakukan setiap harinya. Peduli bahwa sampah adalah masalah sosial yg kompleks, kuncinya adalah:
Kurangi sampah dari sumbernya.
(Bawa reusebalbag, bawa tumbler, bawa lunch box, kurangi kantong keresek. Ingat ya, KURANGI bukan MENINGGALKAN. jujur aja, susah jauh2 dri kantong keresek,hehehe)
Bukan hanya fasilitas umum yg dibersihkan, tapi pas kembali ke tempat tinggal pun, ada rasa 'gatel' kalau ada sampah2 dn kotor.
Mulailah dari diri sendiri, lingkungan terdekat dulu untuk mengkampanyekan Indonesia Bebas Sampah 2020. mengutip tokoh inspiratif idola saya: SUSAH TAPI BISA smile emotikon smile emotikon
Yukk saatnya turun tangan dan KolaborAksi Indonesia Bebas Sampah 2020 smile emotikon smile emotikon
Makasih kang admin twitter @se_bdg yg berdonasi trashbag untuk kami.
dari saya pribadi: sama sekali ga nyangka bisa sampai gini, tahun kemarin tanggal yg sama saya ga kepikiran kalau saya di tahun 2016 bisa kaya gini. Giat dengan orang2 keren, kolaboraksi dg sana sini, sampai akhirnya seperti ini.


Windy Putri
😍😍
   
😍

Sabtu, 20 Februari 2016

#HPSN2016


11 Tahun yang lalu, 21 Februari 2005, TPA Leuwi Gajah meledak menewaskan 157 jiwa dan menghilangkan 2 desa dari peta. Semua karena perilaku nyampah yang tak henti-henti, menghadirkan kengerian tragedi ini akan terjadi lagi. Segera.
11 Tahun waktu yang cukup lama untuk sekadar introspeksi dan merenung, sekarang saatnya kita benar-benar melakukan sesuatu. Dengan momen ‪#‎HariPeduliSampahNasional‬ di tanggal 21 Februari 2016, mari kita ciptakan perubahan dengan aksi nyata dan gaungkan‪#‎GoodByeNyampah‬, kita ga akan nyampah lagi!
Ayo buat suara kita jadi berarti, kalau kamu setuju dengan apa yang kami suarakan jadikan gaung ini menggema dengan kekuatan penuh. Bantu kami menjadikan suara ini berarti dengan submit suara kalian lewat kampanye ini -> http://bit.ly/GANyampah
Kami membutuhkan dukungan dari lebih dari 1.000.000 reach. Satu klik membuat perbedaan. Yuk bantu klik, submit, dan sebarkan sampai tanggal 20 Februari 2016. Di tanggal 21 Februari insyallah suara kita akan terdengar dan memercikan api perubahan.


Minggu, 07 Februari 2016

KolaborAksi itu menyenangkan!

Paling seneng rasanya kalau pas gps ada warga yg ikut bantu. Artinya masih punya rasa peka.

Mungkin ada yg skeptis apa yg kami lakukan, "Harusnya sampahnya dipilah" "udah gps sampahnya disimpen gitu aja? Sampah plastiknya kasihkan ke bank sampah"
Ya, memang ingin rasanya seperti itu. Tapi apa daya, personel kami sedikit dan waktu yg kami miliki sedikit. Rata rata pekerja, ketemu seminggu sekali secara rutin pun sudah syukur alhamdulillah.
Kami belum bisa memilah hasil yg kami kumpulkan, tapi semoga ke depannya bisa memberikan sampah plastik ke Recyclebank.id.
Kami melakukan semampu kami dulu, memungut sampah/bebersih di ruang publik. Secara ga langsung memberikan contoh kepada pengunjung tentang peduli lingkungan. Daripada mengeluh banyak sampah atau menuntut ini itu, kenapa tidak turun tangan langsung?

Hindari mengeluh. Berikan solusi. Kalau bisa ada aksi nyata juga. Insya Allah hidup bahagia.

Follow us on twitter&IG: @galurbandung

Kamis, 21 Januari 2016

Catatan MazNot

Barusan maznot men-share Tatib dia pas ngajar. Kenapa? pasti ada maksudnya. Kalo ada mhsw yg ikut kelas maznot dan bukan anak cleanaction/relawan, pasti kukulutus diminta bawa tumbler. Kamu pun sama, akan ngebayangin gimana kalo jadi mahasiswa-nya maznot.. 

Coba kita liat dari sudut pandang-nya mazNot. Buat maznot, disitulah kesempatan utk menyebarkan "Budaya Baik / GoodHabit / GoodAttitude", bukan lagi GoodFestival.

Cerita lain: Hari Minggu yg lalu, maznot jalan2 ke Borma Sukamiskin. Cari ransel, sukur2 yg mirip ama ransel selempangnya polisi yg brantas teroris kmaren :D

Alhasil, nemu donk. Bahannya bagus, modelnya persis pisan, jaitannya kuat, warna asik, ada tempat laptopnya pula. Harga dibawah 200rb. Pas ama kemampuan isi ATM. 

Tapi ujung2nya, gak jadi beli. Kenapa? pas diliat, ternyata gak ada tempat buat nyimpen Tumbler. Org lain gak jadi beli, mungkin nyesel. tapi maznot enggak tuh.. bangga malah.

Kamu pun sama. Dimanapun kamu berada, bukan hanya ngasih contoh atau gagayaan doang. Tapi kamu bisa menyebarkan. Kamu akan di-cap orang yg beda. Gapapa. itu awalnya ajah. Tapi kamu punya, yg orang lain gak punya, adalah Karakter.

Ubah mindset kamu, dari orang yg cuma bisa nonton, atau baca tulisan ini, dan nge-like doang.. 

ubah menjadi orang yg 'dimana ada kesempatan, disitulah kamu menyebarkan pesan GoodHabit'. Melalui media apapun. Tulisan, foto, meme, dsb..

*ada cerita dilema disetiap resepsi pernikahan. Slalu ada perang dingin antara pihak katering dan fotografer. Penganten mau bayar 20-30jt utk katering, padahal habis tak tersisa hari itu juga. Tapi berat bayar 5jt utk dokumentasi, padahal itu yg akan dikenang sepanjang masa.

Dokumentasi itu penting, saudara2.. buatlah dokumentasi atas apapun yg kamu lakukan saat ini. Maka itu akan jadi hikmah utk org lain, setidaknya jadi kenangan indah utk kamu sendiri. Kalo fokus ke makanan, nantinya akan jadi.... (isi sendiri)

So, Dimanapun ada kesempatan. kalo perlu kamu cari kesempatan itu. Kejar posisi leader, dan disitulah kamu bisa sebarkan GoodHabit. Walaupun rada2 otoriter dikit, tapi Visi-nya / Hasilnya indah utk dirasakan oleh semuanya.

Orang yg punya HighValue itu pasti bukan orang kebanyakan. Pasti dia orang yg punya perbedaan dg yg lain. Punya Karakter. Dan orang2 yg kumpul disini pun sudah punya modal itu. Berat iyah. Gak nyaman, pasti. Apalagi utk yg haus apresiasi.. Gaess, Apresiasilah diri sendiri, dan konsisten berbagi. You'll be the happiest person in the World. 

Yuk, optimalkan karakter indahmu ini, jgn sia2kan. 

*ini hasil obrolan maznot dg mertuanya yg bapaknya tukang ojeg, dan ibunya penjaga warung*

wassalam

Penulis

Senin, 11 Januari 2016

Mari kolaborAksi!

Setelah dua minggu absen gps, akhirnya saya balik lagi ikut jdi pasukan hijau di #Alun2Uber.
Hari ini kami hanya bertiga tapi sampahnya lumayan banyak. Bakal kerja keras pikir kami. Baru juga 10 menit mulai, seseorg mendekati saya meminta trahbag, mau ikut bersih2 juga. Dia bawa rombongan 20 orang. Wow, jumlah yg bnyak....Sayang kami hanya membawa trashbagnya sedikit, jadi 1 Trashbag untuk beberapa org.

Setelah dibagikan sarung tangan, dengann sigap dan semangat mereka mulai memungut sampah. Berpencar ke setiap sisi. Kebayang rame nya, 20 org turun ikut gps. Biasanya yg turun tim GB plus dibantu warga, paling bnyak juga 10 org hehehe.

20 org ini dari Rumah Prestasi yayasan Assalam. Usianya sekitar 13-16 tahun, kelas 7-9 SMP.

Ada yg keren, saking semangatnya beberapa anak membersihkan tempat duduk yg kotor. Yang tadinya pengunjung bingung mau duduk dimana, setelah dibersihkan akhirnya pengujung bisa duduk.

GPS ditutup dg ngemil cakue bersama sama. GPS kali ini sungguh brkesan untuk kami dan mereka. BerkolaborAksi dg bibit bibit turun tangan.

Siapa yg tahu suatu saat nanti mungkin mereka bisa jadi relawan2 di berbagai kegiatan dan katanya minggu depan mau ikut gps lagi. 

oke ditunggu kehadirannya! 






Jumat, 01 Januari 2016

Selamat Tahun Baru 2016



Selamat Tahun Baru 2016

Semoga semua hal bisa lebih baik di tahun ini.
Tetap semangat untuk memberikan yg terbaik untuk negeri kita,untuk lingkungan kita,untuk sesama....

Salam dari kami,
@galurbandung

Kamis, 31 Desember 2015

Komunitas Galur Bandung nyaba ka kota : Braganight.

Jadi ceritanya begini, waktu saya lagi jalan di Braga merasa ngenes melihat Braga banyak sampahnya. Kalau kata orang Sunda mah 'bala ku sampah. Pabalatak' 
Saat itu juga saya upload di twitter dan mention ke @galurbandung @relawan_bdg, @bdgcleanaction dn @pdkebersihan. Ga lupa juga saya share ke grup. Beberapa teman saya memutuskan mau memungut sampah di Braga. 
Banyak yg merespon retweet,like atau komen. Ada salah satu yg komen katanya: jgan asal komentar, aksi juga dong.
Kami ga asal upload kok, ada aksi turun tangan.
Saya tidk bisa ikut turun karena teman2 memutuskan gps setelah maghrib. Walaupun HANYA 3 org gps tetap jalan. TANPA sarung tangan pun bukan hambtan untk mungutin sampah.
BRAGA ikon Bandung, tapi sampah nya banyak yg berceceran. Tempat sampah? Ada kok. Malu kan BRAGA katanya kota tua nya Bandung tapi kotor. 
frown emotikon
Tim galur Bandung keren keren. Super keren. Padahal kang Ade sedang tidak fit dan kakinya bengkak. Kang Soni dn Diki jauh2 ngebelain ke Braga demi gps :') :')
Daaannnn... Minggu pagi nya kembali bebersih di Alun2 Ujungberung, Bandung bagian timur.

The real volunteer. 26 Desember katanya Hari Relawan Nasional dan Galur Bandung membuktikannya :') :')
Salam hormat untuk pasukan hijau, Galur Bandung. Kami tidk bisa memberi, kami hanya bisa menjaga.
Follow us: twitter IG: @galurbandung

Rabu, 30 Desember 2015

#ReboNyunda Diajar Ngamumule Kabersihan Lingkungan ti Leuleutik

Kasadaran pikeun ngajaga kabersihan lingkungan rupana teu dipiboga ku sakabeh jalma. Loba keneh jalma anu kurang empati lamun ningali runtah balatak, sanajan si runtah itateh pabalatak dina jajalaneun manehna. Kuring mindeng nempo kajadian siga kitu wanci latihan di taman olahraga di daerah kuring. 

Pernah sakali waktu kuring jeung babaturan saenggeus latihan langsung ngalakukeun 'Operasi Semut' atawa gerakan mulungan runtah babarengan, tina sakitu lobana jalma anu aya di lingkungan taman olahraga eta, ngan aya saurang anu boga kereteg hate miluan  gerakan mulungan runtah. Padahal anu sok olahraga didinya teh kuring yakin lain jalma sambarangan, artina jalma anu nyakola, anu pernah ngasaan sakola luhur, lamun dipikirmah jelema anu kaasup kaum intelektual kitu kuduna mah boga rasa hanyang ngajaga kabersihan lingkungan anu leuwih gede, malahan teu perlu diajak angot dicontoan mah. Angot ieu keur kapentingan balarea. 

Sanajan kitu, da kuring oge teu bisa nyalahkeun sasaha, soalna etamah perkara hak sewang-sewangan. Tapi lamun loba kasus siga diluhur, artina kasadaran masyarakat urang dina ngajaga kabersihan lingkungan teh rendah keneh. Terus kumaha lamun geus kieu? Ayeunamah lain waktuna nyalahkeun pihak lain, tapi waktuna ngabentuk generasi anu miboga empati anu leuwih luhur ngeunaan ngajaga lingkungan na. Salah sahiji carana nyaeta ngadidik barudak urang sangkan teu micen runtah dimana wae, ngadidik barudak urang sangkan  ti leuleutik bisa mikacinta kana kabersihan lingkungan. 

Dina hal ieu kudu dimimitian ti lingkungan anu paling dasar, nyaeta lingkungan kulawarga. Budak diibaratkeun kertas bodas anu polos, jadi gampang keur urang ngadidik budak sangkan biasa miceun runtah kana tempatna. Kuring pernah nyoba ngabimbing budak batita sangkan miceun plastik bungkus permen kana tempat sampah, sakali-dua kali budak etateh kudu dibimbing keneh, tapi kadituna mah si budakteh jol miceun runtah urut jajanan nana kana wadah runtah, padahal ku kuring teu dibimbing. Tah ieu ngabuktikeun yen gampang pisan ngabiasakeun budak sangkan mikacinta lingkungan. Pro-aktif urang salaku panutan gede pisan pangaruhna, jeung bisa nangtukeun karakter generasi saenggeus urang. 

Salian di lingkungan kulawarga, ngajak budak kana kagiatan-kagiatan sosial utamana kagiatan anu ngeunaan ngajaga lingkungan, bisa oge ngadidik barudak sangkan ngajaga lingkungan anu cakupan na leuwih luas. Leuwih-leuwih lamun kagiatan anu dilaksanakeun teh dikemas ku hal-hal anu matak pikaresepeun barudak, contona aya acara makan-makan saenggeus na ngalakukan kegiatan, pasti barudak teh nagih diajak deui. 

Alma, Nala & Nadia, dina rangka
Gerakan Pungut Sampah Bandung Clean Action

Contona alo-alo kuring ieu anu sumanget wae lamun diajak Gerakan Pungut Sampah Bandung Clean Action teh. Bandung Clean Action nyaeta program, inisiatif tina representasi masyarakat lintas profesi anu ngalakukeun kolaborasi ku cara strategic campaign jeung social engineering anu ngadorong aksi sabilulungan pikeun upaya ngurangan sampah di kota Bandung. Kagiatan anu positif pisan jeung ngadidik masyarkat ngeunaan pentingna kasadaran ngajaga kabersihan lingkungan. Kagiatan ieu rutin dilaksanakeun unggal poe ahad di sababaraha titik strategis di kota Bandung.

Ku kituna, ngajarkeun ngamumule kabersihan lingkunan ti leuleutik ka budak teh penting pisan, ambeh generasi urang kahareupna bisa jadi generasi anu miboga kualitas mental anu hade. 

Hatur nuhun. 

Penulis Ruddy Arra

Sumber :

Selasa, 08 Desember 2015

Tim Galur Bandung minggu ini hebat!

Walaupun cuma bertiga, masih semangat untuk memungut sampah dan memberikan edukasi untuk warga di area Alun2 Ujungberung.
Alhamdulillah ada yang bantu dri Kelurahan Pasirwangi, namanya Pak Adang. Katanya, minggu depan mau ikut GPS dengan Galur Bandung lagi.
Dimas, anggota paling muda, selalu paling semangat.
Entah kebetulan atau gimana, kalau yang turun hanya beberapa personil banyak sampah yg berserakan dimana2. Kalau hampir semua personil turun, sampah yg dikumpulkan sedikit grin emotikon
Karena malam minggu hujan, jadi sampah2 yg dikumpulkan basah dan bau. Beberapa bungkus obat warung masih saja ditemukan. Puntung rokok tidak usah ditanya lagi.
Bagi yg ingin turun dengan kami, silahkan datang langsung ke alun2 Ujungberung setiap Minggu pagi jam 7.00 pagi. smile emotikon
Atau tidak bisa ikut turun, tapi ingin membantu? Kami menerima donasi perlengkapan2 GPS, seperti sapu bambu, sapu lidi atau pengki atau lainnya. Mohon maaf, Kami memutuskan tidk lagi menerima donasi berupa uang secara tunai.smile emotikon
Atau kalau mau mengirim kami cemilan atau makanan juga sangat dianjurkan, bosan juga setelah #GPS ngemil Cilung atau Cakue lagi atau Cimol lagi hehehe...ya siapa tau ada yg ngirim nasi goreng untuk sarapan
Perlengkapan #GPS yang kami miliki saat ini:
6 buah Sapu Awi (sapu bambu)
Beberapa buah sarung tangan karet
Satu Pak kantung sampah (kalau tidak salah 100 lembar)
Setiap minggu selalu berbeda hasil GPS nya, kadang dapet banyak sampah kadang dapat sedikit sampah yg dkumpulkan. Tapi tidak mengganggu semangat kami untuk terus menjaga fasilitas umum yg sudah diberikan oleh Pemerintah.
Yuk biasakan menjaga lingkungan dan fasilitas umum smile emotikon smile emotikon
Twitter& Instagram: @galurbandung
LINE: galur bandung

@windsmiaw

Senin, 30 November 2015

Masih #GPS pasukan hijau terang

Sebenarnya sih jam 7 pagi sudah kumpul semua, tapi karena di Alun2 Uber lagi ada acara sepeda jadi sedikit telat gps nya. Katanya sih acara sepeda santai dengan Pak Walikota dari Alun2 Uber-Stadion GBLA, tapi sampai rombongan berangkat tidak ada tanda2 kemunculan pak Walkot.
Setelah rombongan berangkat, tidak salah lagi botol2 plastik bekas air mineral ada dimana2. Seperti biasa juga, bekas puntung rokok ada di semua tempat, salh satunya di tanaman 😒😒. Puntung rokok dibenamkan begitu saja di tanah 😢😢
Hari ini kami sedikit kurg bersemangat, kenapa? Karena sampah yg kami kumpulkan tidak penuh grin emotikon grin emotikon. Tidak tidak, sebenarnya bagus sih. Artinya kesadaran masyarakat akan sampah sudah mulai ada. Berarti kegiatan kami selama berminggu2 dicontoh oleh masyarakat. Kalau candaan dari salah seorg dri kami: mngkin sebelmnya udh dibersihkan karena bakal ada Pak Walkot. Kebiasaan orang kita kalau mau ada pejabat ya baru bebersih. hehehe. 😁😁.
Seperti biasa juga msh saja menemukan barang2 ajaib seperti bekas miras dan obat2an. Hadeeuuh~~~.
oh ya, hari ini ada tanaman baru mengganti tanaman2 yg kering 😃😃
Kalau urusan perlengkapan gps, hari ini kami membeli sapu bambu atau org Sunda bilang sapu awi, sebanyak 3 buah. Dana nya drimana? Tidak dri mana mana, inisiatif kami untuk mengumpulkan uang 2.000 rupiah per org per minggu smile emotikon. Kata ketua BPLH, Hikmat Ginanjar kemarin: foto2 gps tag in sja ke saya, nanti saya kasih trashbag lewat kecamatan.
Menurut kami Kalau lewt kecamatan berarti kami harus mengajukan proposal. SEdangkan untuk pengajuan proposalnya sedang kami diskusikan.
GPS kali ini ditutup dengan nyemil jajanan bareng2 ^^
Galur Bandung selalu berusaha berkolaborAksi dengan komunitas2 lain juga, seperti BandungCleanaction. Karena sekrang jamannya kolaborasi! smile emotikon
Kalau pun mau berdonasi untuk kami, silahkan... smile emotikon Insya Allah akan sangat bermanfaat.
Twitter&Ig: @galurbandung



Sabtu, 28 November 2015

Talkshow GB di Radio RRI Pro2FM Tentang Adipura, Sabtu 28 Nov 2015

Rangkuman Talkshow Galur Bandung,BdgCleanaction,Karang taruna Rancanumpang dan BPLH Kota Bandung di Radio RRI Pro2FM Tentang Adipura, Sabtu 28 Nov 2015.

Adanya Piala Adipura merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah terhadap kebersihan dan lingkungan.. Piala adipura sbg salah satu reward kpd kab/kota yg memiliki tingkat kebersihan paling baik serta lingkungan yg nyaman utk warganya..

Bagi kami, hadirnya piala adipura di Bandung merupakan sebuah hadiah atas kerja nyata kami serta teman2 lain yg bergerak d bidang yg sama.. Itu artinya, kerja keras kami selama ini d nilai positif bkn hanya oleh Pemkot Bandung tetapi jg oleh Pemrintah pusat.. Kerja sama yg terjalin antara Pemerintah, pihak swasta dan masyarakat/komunitas membuahkan hasil yg baik.. Kondisi ini membuat kami semakin semangat untuk senantiasa mengajak seluruh warga Bandung ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan..

Hadirnya piala adipura selain sbg sebuah hadiah, jg merupakan sbg sebuah tantangan bagi kami.. Konsistensi kami dan rekan2 lainnya akan diuji setelah ini,bukan hanya turut memunguti sampah, memilah dan lainnya, yg jauh lebih penting adalah bagaimana kami bisa konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan juga memberikan contoh melalui aksi nyata, Sehingga diharapkan setiap individu memiliki kesadaran akan hal itu.. Karena jika hanya mengandalkan pemerintah dan komunitas, kebersihan kota Bandung yg sudah dinilai baik secara keseluruhan tidak akan bertahan lama.
Kami berharap bkn hanya thn ini saja Bandung bs meraih adipura, tp di tahun tahun berikutnya pun bisa meraih prestasi yg sama.

Piala adipura sebagai sebuah simbol kebersihan dan lingkungan harus bisa dijadikan salah satu alat untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan lingkungan.
Masyarakat harus semakin peduli terhadap lingkungannya, karena ini akan diwariskan kepada anak cucu kita nanti.

Keberhasilan suatu pemerintahan hanya bisa terwujud apabila ada kerjasama yg baik antara pemerintah,pihak swasta dan masyarakatnya.
Oleh karena itu, mari kepada seluruh warga,untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan  kita.
Mari berpartisipasi aktif, ajak keluarga, teman, pacar, mantan, atau selingkuhan utk senantiasa menjaga kebersihan dan lingkungan.

@HerdiBadot

Jumat, 27 November 2015

#GerakanPungutSampah 22 Nov 2015

Gerakan Pungut Sampah kali ini sedikit berbeda dibanding minggu kemarin. Alhamdulillah kami konsisten dengan komitmen kami hampir dua bulan berturut-turut. Dengan kaos hijau terang kami selalu eksis di Alun-alun Ujungberung mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan. Saat GPS beberapa orang mengabadikan kegiatan kami bahkan ada yang mengabadikan tulisan belakang kaos Galur Bandung, saya modelnya. Hahaha. Tapi sayang belum ada yang tergerak untuk membantu kami memungut sampah yang ada dimana-mana. Kami masih jadi objek hiburan mungkin.
Minggu kemarin saya agak senang karena Alun-alun Ujungberung sudah bersih dari sampah karena ternyata sebelumnya sudah ada rombongan ibu-ibu yang GPS duluan. Jadi kami tinggal menyisir lagi siapa tau ada sampah yang belum kebuang grin emotikon grin emotikon
Seperti biasa sampah yang paling banyak ya puntung rokok. Cape deh. Hampir satu keresek kecil puntung rokok yang saya kumpulkan. Belum lagi pecahan botol minuman keras yang kami temukan.
Sampai saat ini kami masih terkendala perlengkapan2 penunjang gps. Kami hanya memiliki dua sapu kecil, beberapa persediaan sarung tangan dan persediaan kantong sampah pemberian Kang Herdi tadi. Semua itu masih kurang, apalagi sapu. Kami juga masih butuh pengki. Semua itu kami beli dari uang kami sendiri. kalau menyimpannya ya... semenara masih di rumah saya atau di rumah personil lainnya. maklum belum punya basecamp. Mulai minggu kemarin kami mulai mengumpulkan uang kas yang nantinya akan dibelikan peratan gps. Siapa tau ada yang mau berdonasi untuk keperluan GPS, silahkan menghubungi kami smile emotikon
Hari ini luar biasa sekali. Setelah GPS ngemil jajanan anak bersama-sama. Setelah itu bersepeda bareng. Terlihat sederhana tapi menyenangkan, membuat kami semakin solid.
Saya masih tidak mengerti kenapa masih saja banyak warga yang membuang sampah dimana-mana. Apa salahnya ya membuang sampah ke tempatnya. Lah ya kalau belum bisa mengurangi sampah, ya bantulah membuang sampah ke tempatnya. Masih susah juga? Ke laut aja deh hehehe.
Rasanya ingin ikut gps di luar Alun-alun Ujungberung, tapi masih sulit mencari waktu yang pas. Seorang teman bertanya, “yang ikut (gps) mahasiswa ya?”
Tentu tidak. Mayoritas dari kami pekerja penuh waktu makanya agak sulit bertemu selain hari Minggu. Saya sendiri salut dengan tim Galur Bandung karena terus berkomitmen untuk kebersihan Bandung dan konsisten menjaganya.
Yuk gabung dengan kmi smile emotikon atau mau sumbang perlengkapan kebersihan atau lainnya kontak saja langsung, hehehe.
Mari terus KolaborAksi!
Follow us on Twitter & Instagram: @galurbandung
Website: komunitasgalur.blogspot.com


Windy

Prabu Cilik

Anak anak selalu senang kalau diajak berpartisipasi. Termasuk‪#‎GerakanPungutSampah‬ . Walaupun tidak sampai beres dan diselingi jajan atau bermain. Tapi setidaknya mereka sudah mengerti bahwa membuang sampah ya ditempat sampah. Pasti akan mereka ingat sampai dewasa.‪

Windy P

Kamis, 19 November 2015

#GerakanPungutSampah Komunitas Galur Bandung

Bukan hal aneh ketika kami menemukan beberapa bungkus obat warung dan beberapa botol minuman keras.
Pagi itu sinar matahari sudah menyapa hari namun membuat orang malas beranjak dari tempat tidur karena pagi itu hari Minggu. Akan tetapi, hari Minggu menjadi hari yang paling ditunggu oleh saya dan teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Galur Bandung. Setiap hari Minggu pagi kami melakukan kegiatan di Alun-alun Ujungberung yaitu #Gera
kanPungutSampah, salah satu program pemerintah kota yang sedang booming di Bandung. Kami masih menunggu satu personil lagi yang biasanya membawa serta pasukan ciliknya. Walaupun saat itu banyak orang tapi tidaklah sulit melihat keberadaan kami karena kaos hijau terang yang dipakai oleh kami sebagai atribut komunitas. Tidak lama seorang pria yang sudah kami tunggu datang dari arah gerbang masuk sambil diikuti oleh dua orang anaknya.
“Maaf nunggu lama. Biasa anak-anak mah suka susah bangunnya” sapa seorang pria tadi yang biasa dipanggil Kang Ade.
Saya mulai mengeluarkan isi dari dalam tas yang berisi beberapa sarung tangan dan beberapa kantong plastik ukuran besar bekas belanjaan dari supermarket sebagai perlengkapan kali ini. Biasanya kami memakai kantong sampah hitam ukuran sedang, tetapi karena persediaan habis jadi saya mengambil beberapa keresek dari rumah. Karena rumah saya dekat dengan Alun-alun Ujungberung jadi semua perlengkapan #GPS harus dibawa oleh saya.
Ketika semua sudah siap memakai sarung tangan dan memegang kantong plastik besar tanpa basa-basi lagi saya dan teman mulai memunguti sampah yang berserakan di daerah lantai berkeramik warna-warni. Sedangkan Kang Ade dan pasukan ciliknya mulai memungut sampah di bagian lantai keramik warna-warni dekat gerbang masuk utama. Teman saya yang lain, Diki berjalan ke bagian Ampiteater.
Saat ini kami masih melakukan kegiatan #GerakanPungutSampah di Alun-Alun Ujungberung yang terletak di Bandung bagian timur. Salah satu alasan kami melakukan #GerakanPungutSampah di Alun-Alun Ujungberung karena mayoritas dari kami berdomisili di Bandung bagian timur. Selain itu juga kami ingin seluruh masyarakat Bandung timur untuk menjaga kebersihan ruang publik utama mereka, yaitu Alun-Alun Ujungberung.
Saat #GerakanPungutSampah kami membagi Alun-alun Ujungberung menjadi lima bagian. Bagian pertama yaitu lantai warna-warni dekat gerbang masuk sebelah barat, tepatnya tempat kami berkumpul tadi. Bagian kedua yaitu undakan tangga sekaligus tempat duduk yang bersebrangan dengan Kantor Kecamatan Ujungberung. Bagian ketiga yaitu Ampiteater. Bagian keempat yaitu arena bermain anak dan taman batu refleksi. Bagian terakhir yaitu lantai keramik warna-warni dekat gerbang utama. 
Saat itu jumlah kami delapan orang. Lima orang dewasa dan tiga orang anak kecil. Luas Alun-alun Ujungberung lebih kecil dari Alun-alun Bandung tetapi sampah-sampah yang berserakan disini banyak sekali. Walaupun jumlah personil sedikit tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk terus memunguti sampah yang mengganggu keindahan dan kenyamanan  Alun-Alun Ujungberung.
Bagian lantai warna-warni sudah bersih, selanjutnya saya dan teman ke bagian undakan tangga. Tidak sedikit sampah yang kami punguti disini karena bagian ini paling teduh dan paling sering dijadikan tempat berkumpul. Walaupun sudah disediakan tempat sampah entah kenapa masih saja banyak sampah dimana-mana. Apakah tempat sampahnya harus dibuat lebih besar agar terlihat?
Sinar matahari semakin tinggi dan Alun-Alun Ujungberung semakin ramai didatangi pengunjung. Ada yang senam, olahraga, bermain egrang, atau sekedar mengobrol. Akan tetapi belum ada yang tergerak ikut memungut sampah dengan kami padahal sampah yang berserakan masih banyak.
Sampailah saya di bagian Ampiteater. Saya bertemu dengan Diki yang masih memunguti  sampah di sela-sela tanaman. Bagian Ampiteater adalah bagian yang paling banyak sampah. Sampah bungkus makanan, minuman, bungkus rokok dan, puntung rokok dan kulit kacang yang berceceran dimana-mana. Untuk di bagian ini kami bukan lagi memunguti sampah satu persatu tapi harus membersihkannya. Mungkin suatu hari nanti barang perlengkapan kami harus ditambah dengan beberapa buah sapu. Selain itu bukan hal yang mengejutkan untuk kami ketika menemukan beberapa bungkus obat warung dan obat batuk sachet dengan jumlah yang banyak. Beberapa minggu yang lalu pun kami pernah menemukan beberapa botol bekas minuman keras di Ampiteater. Padahal saat itu banyak warga yang melakukan kegiatan di Ampiteater bersama keluarganya. Apakah pantas jika beberapa botol bekas minuman keras tergeletak begitu saja di ruang publik yang banyak dikunjungi warga dari berbagai kalangan? Padahal lokasi Alun-Alun Ujungberung tepat bersebrangan dengan Kantor Kecamatan Ujungberung.
Matahari semakin tinggi tepatnya pukul 08.00 tapi sinarnya begitu menyengat. Selesai di bagian Ampiteater kami melanjutkan ke bagian arena bermain anak dan taman batu refleksi. Di bagian ini pun tidak berbeda dengan bagian lainnya, banyak sampah yang disimpan di sela-sela tanaman. Padahal jelas-jelas terlihat ada sepasang tempat sampah di dekat sini.
#GerakanPungutSampah kali ini kami mendapatkan beberapa kantong keresek besar dengan isi yang penuh dengan sampah plastik bekas bungkus makanan, gelas plastik bekas dan jumlah puntung rokok yang tak bisa kami hitung karena saking banyaknya. Saat ini kami belum bisa memilah-milah sampah plastik karena masih terbatasnya jumlah personil. Jadi kami hanya menumpuk kantong-kantong tersebut di dekat tempat sampah yang nantinya akan diambl oleh pihak Kebersihan.
Saya masih belum mengerti kenapa beberapa orang belum memiliki kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya. Saya kagum ketika Kang Ade membawa serta dua anaknya untuk ikut kegiatan ini walaupun #GPS nya hanya sebentar. Setidaknya mulai mengenalkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, Komunitas Galur Bandung akan selalu mengajak masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan kenyamanan Alun-alun Ujungberung. Kami tidak dapat memberi apa-apa untuk Bandung lalu kenapa tidak turut serta dalam menjaganya?

-WPCR



Selasa, 10 November 2015

Kamu yg berbuat, kamu yg marah

Ya gitu deh kalo udh hujan. Deras sedikit, banjir. Eh, ternyata sampahnya banyaaakkk. Paling sebel ya, kalo udh ada orang yg buang sampah kemana aja, pas banjir bilang: yg buang sampah ga punya otak apa, buang kemana aja, kan kalau udah banjir ngerugiin bnyak orang.emangnya situ buang sampah kemana?? Dan lagi lagi, mungkiiiiin, yg buang sampah merasa ga berdosa buang sampah sembarangan, mungkin dlm hati: ah, cuma satu ini. Bisa dimaapin kali ya. Lah dia ga tau kalo apa yg dia lakukan juga diikutin banyak orang. Marah2 lagi, nyalahin pihak sana sini lagi. Ga sadar ya, kan yg mulai siapa? Kemarin seorang teman cerita: waktu di perempatan jalan Soekarno Hatta, dia lihat orang buang sampah ke jalan dari dalam mobil. Teman saya yg naik mobil juga, keluar dri mobil dn ngambil sampah yg td dibuang. Maksud hati mengingatkan si bapak dlm mobil agar buang sampah jangan ke jalan , lah si bapak malah marah2. Dia bilang: " emang ini jalan punya siapa?!" Intinya dia ga terima kalo teman saya seperti itu. Untungnya teman saya menyimpan foto tentang denda buang sampah. Akhirnya si bapak mau ngmbil lagi sampahnya. teman saya nyaranin saya buat nyimpen Perda kota Bdg di HP, khususnya tentang lingkungan. Lain lagi dg cerita teman kantor tadi siang, dia cerita tentang bapak nya yg menegur beberapa mahasiswa yg ninggalin sampah gitu aja. Dengan santai mahasiswa itu jawab : "Emang bapak siapa sih?" " kan itu ada yg bersihin" Tanpa basa basi, bapak teman saya makin marahin mahasiswa itu. Dan akhirnya sampahnya mereka beresin. Beberapa dari kita pasti seperti itu. Emang sih jalan raya bukan milik kita, kita bukan siapa siapa, emang sih ada PD kebersihan. Tapi masalah sampah ini tanggungjawab semua orang! Apa harus nunggu banjir sampai bermeter2, lalu bertindak? Klise sih dg slogan LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI. Emang klise juga, slogan: BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA, tapi efeknya gede bangeettt. Lain lagi cerita teman yg lagi nyari rumah lewat toko online. Teman saya kaget pas si penjual rumah mencantumkan: ... dekat sungai. Kalau buang sampah tinggal kesitu. Heyyyy, sepertinya sudah lumrah hal yg seperti itu. -_-# Masalah sampah selalu jadi hal yg kompleks. Tapi akar utamanya sih: HABIT! Alias KEBIASAAN!. Yuk mulai sekrg, ubah kebiasaan. Yang biasanya males buat buang sampah ke tempat sampah, mulai buang sampah ke tempatnya. Ga susah kok. Yang biasanya ga peka sama sampah, mulailah peka sama sampah yg ada dimana mana. Emang masih mau, jadi orang yg pertama buang sampah dan jadi org pertama buat marah2 soal sampah?? Ga malu apa ya bilang BANDUNG JUARA tapi masih nyampah?


Minggu, 08 November 2015

‪#‎GerakanPungutSampah‬ 8 November 2015

Minggu pagi,mulai jam 7 kami mulai #GPS di Alun2 Ujungberung. Alhamdulillah hari ini ada Teh Andiana dan Kang Gugun dari Bdg Cleanaction.
Ada yang beda nih di #GPS kali ini. Review GPS minggu kemarin, saya bilang di Ampitheater gak ada sama sekali tempat sampah, eh tadi mah udah ada.

Ternyata sebelum kami, udah ada rombongan alumni SMP 8 yg udah turun. Jadi sedikit terbantu sih.

Dimas, anak SMA yg minggu kemrin ikut GPS juga, hari ikut turun. Malah dia yang paliiiiiiing semangat banget! Salut buat semangat Dimas.

Hari ini pun bersih2 udah pake sapu awi. Bukan donasi dari pihak2 manapun sih, tapi salah satu dari kami memang sengaja membeli, untk memudahkan dan biar cepet juga.
Beli ini itu, uang darimana? Alhamdulillah, dari uang kami sendiri.
Talk less do more! Mari terus berkolaborAksi

Repost dari fb Windy.

Senin, 02 November 2015

‪#‎GerakanPungutSampah 1 November 2015


Alhamdulillah...#GPS kali ini ga kalah warbiyaza sama #GPS sebelumnya. Kali ini ada yang mau bantu juga. Ada yg peka sama kami. Ada yg peka juga sama sampah2 yang warbiyaza amit2. 
Oleh oleh GPS kali ini, kami masih nemuin 'barang2' aneh. Obat2 warung, parasetamol, tutup botol miras. Dan tentunya puntung rokok yg jumlahnya sepertinya ratusan deh.
Seperti biasa, Amphiteather, sampahnya yg buanyaaak banget. Entahlah. nggak aada tempat sampah juga.
Kali ini personil GalurBandung yang turun hanya beberapa orang. Kang Ade lagi kurang sehat, tapi masih semangat buat GPS. Ada tiga orang cewe lg olahraga, anak SMA, tertarik buat ikut #GPS juga. Gerah kali liat sampah. Atau kasian sama kami...entahlah..hehe
Ada lagi, Dimas namanya. Siswa MAN 2, sedang olahraga pagi, liat kami GPS, dia ikut turun juga. Sampai kami beres. Insya Allah minggu depan mau ikut lagi. Bawa teman tema katanya.
Dimas bilang: pas saya datang buat olahraga, diih sampahnya banyak banget. tidak ada yang bersihin atau beresin gitu ya. Pas liat ada yg mungutin sampah, yaudah saya ikutan. Kasian tadi teteh mungutinnya sendiri.
Saya pikir,setiap orang yg datang (sebelum diberesin sampahnya) pasti bilang: Banyak sampah ih! Kotor!. Udah cuma gitu aja. Sampai kami mulai #GPS, beberapa orang juga ikut #GPS. Mungkin akar utamanya: tidak ada leader. Tidak ada yg memulai. Kalau kata bahasa Sunda mah: euweuh nu ngabalakan. Malu? Entahlah.

Secara personel, kami kurang. Sangat kurang! Tiap turun ke lapangan, ga pernah komplit. Peralatan kami pun masih kurang. Trashbag, sarung tangan pun masih dari uang pribadi. Trashbag habis, saya bongkar 'koleksi' kantong kresek di dapur. Soalnya banyak banget, hehehe. Dana kami MURNI dari kantong pribadi. Kami masih butuh sapu, pengki, trashbag dan sarung tangan (stok sarung tangan menipis).

Kami belum punya basecamp resmi.(semoga segera diberi tempat di kantor Kecamatan..**ngarep..)
Basecamp kami di sosmed ada di TWITTER, INSTAGRAM,LINE. Grup WHATSAPP sebagai 'basecamp' utama. Ngobrol,diskusi, debat ya disitu.. Temu tatap muka kami seminggu sekali, pas #GPS saja.

Malu mungutin sampah? Malu peduli sama lingkungan? Cuma komen aja "jangan buang sampah sembarangan"? Udah ga jaman lagi Tunjuk tangan. Tuntut pihak sana sini buat perubahan. Saatnya turun tangan, tunjukan aksi peduli!

Kami tidak dibayar. MURNI dari hati. SAMA SEKALI TIDAK ADA FEE dari pihak manapun.
Kami selalu berusaha mengajak warga, khususnya yang datang ke Alun alun Ujungberung untuk terus jaga kebersihan. Buang sampah pada tempatnya!

Untuk saat ini kami masih turun di Alun alun Ujungberung. Kapan kapan kita turun di tempat lain.
Semoga kita masih diberi kesehatan dan semangat untuk turun.

Terima Kasih.


Repost dari Facebook Windy 
 
 
Blogger Templates